MikeMediaIndonesia.com, Tahuna, Sangihe – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Liun Kendage Tahuna terus memperbaiki kualitas pelayanannya terhadap masyarakat serta memastikan untuk ketersediaan obat hingga akhir tahun anggaran 2026.
Direktur RSUD Liun Kendage Tahuna, dr. Polideng M Dalawir, ketika dikonfirmasi di kantornya menjelaskan bahwa ” Komitmen akan terus menerus berbenah serta memperbaiki kekurangan yang ada demi kenyamanan para pasien” ungkapnya.
Manajemen rumah sakit terus fokus membenahi manegement alur pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) serta rawat jalan,beberapa rencana alternatif telah disiapkan dalam menghadapi potensi akan terjadinya lonjakan pasien.
“Bagi kami,melayani dengan segenap hati dalam pelaksanakan, merupakan kerinduan kami dalam bentuk pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” jelas Dalawir.
RSUD Liun Kendage berupaya mempercepat proses mekanisme dalam pemeriksaan medis, dimulai dari pendaftaran, penanganan dokter hingga pengambilan obat di apotek.
“Kalau pasien dalam keadaan banyak sekali, kami harus menyiapkan rencana pilihan kedua, pilihan ketiga seeta rencana cadangan selanjutnya yang telah kami buat, Agar bagaimana para pengguna layanan, serta para pasien dapat dilayani dengan lebih sigap dan cepat, serta tetap memberikan pelayanan yang maksimal, dengan waktu tunggu yang tidak lama,” ujarnya.
Dalam ketersediaan stok obat, Dalawir akan memastikan kondisi stok saat yang ada pada saat ini dalam posisi masih cukup aman serta menjadi lebih baik dibandingkan pada awal tahun anggaran.
“Posisi kami jauh lebih baik dari awal tahun dalam stok obat yang ada dalam serta lebih baik dari awal tahun. Serta akan berusaha terus untuk ditingkatkan pada semester satu dan pada semester dua ini akan jauh lebih baik,” jelasnya.
Walaupun demikian, pihak manajemen terus mewaspadai akan adanya peningkatan beban pembiayaan menjelang akhir tahun,Untuk sisa anggaran kegiatan yang tidak terpakai maupun kurang terpakai diarahkan kepada memenuhi kebutuhan obat.
“Poin dan tujuan utama kami adalah mempertahankan stok obat sampai dengan akhir tahun anggaran,Masa paling rawan pada akhir tahun anggaran ketika pembebanan terus bertambah, sedangkan anggaran tetap,” katanya.
“Tugas kami sebagai pihak manajemen rumah sakit,mengelola dengan detail dan cermat serta melihat anggaran mana yang tidak terpakai maupun kurang terpakai,akan dialihkan ke anggaran obat agar stok obat tetap aman dan tercukupi,” ungkap Dalawir.
Dalam pembahasan teknis terkait pengelolaan anggaran kami juga turut melibatkan Satuan Pengawas Internal (SPI) dan Dewan Pengawas.
Selain pelayanan dan stok obat, RSUD Liun Kendage telah menyiapkan pemindahan ruang perawatan anak dari yang awalnya di bangunan lama dipindah ke gedung baru di lantai tiga.
“Program,rencana,inovasj,evaluasi besar masih terus kami tindaklanjuti sampai dengan akhir tahun, memindahkan ruang perawatan anak yang awalnya berada di bangunan lama yang sudah tua, termasuk fasilitas yang sudah tua, dipindahkan ke bangunan baru,” jelasnya.
Hingga berita ini diterbitkan ini tim teknis masih terus melangsungkan penyelesain pemasangan sistem pendingin udara (AC) di gedung baru.
“Pada saat ini sudah dalam tahap persiapan untuk pendingin udara (AC), karena bangunan baru itu dibangun dengan kondisi sangat tertutup, jadi harus ada Ber AC,Jadi kalau semuanya sudah siap, kami akan memindahkan ruang perawatan anak ke gedung baru,” katanya.
Pemindahan dilakukan agar pemeliharaan fasilitas menjadi jauh lebih efisien. Manajemen saat ini lebih memusatkan perawatan pada satu gedung.
(MikeTowira*)

















