Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahUncategorized

Warga Keluhkan Seringnya Air PDAM Mati Pada Jam Jam Kerja

Avatar photo
48
×

Warga Keluhkan Seringnya Air PDAM Mati Pada Jam Jam Kerja

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MikeMediaIndonesia.com, Tahuna, Sangihe – Suplai air bersih dari Perumda Air Minum Ake’U Banua Sangihe (PDAM) kembali menuai protes dari masyarakat. Pasalnya suplai air sering dihentikan atau tidak mengalir pada jam-jam kerja sehingga sangat mengganggu aktifitas masyarakat terlebih khusus ibu-ibu rumah tangga.

Terkait hal ini, Direktur Perumda Ake’u Banua Kabupaten Kepulauan Sangihe, Teguh Prahara Salainti melalui akun resmi Perumda Ake’u Banua dan media massa online MikeMediaIndonesia.com menjelakan, bahwa penghentian sementara pasokan air bersih umumnya disebabkan oleh gangguan teknis pada sistem pengolahan.

Berdasarkan informasi dari teknisi Perumda Ake’U Banua Sangihe di lapangan, berikut adalah penyebab utama dan penanganannya:

• Sistem Pengolahan Pasir Lambat: Aliran air sering mati karena PDAM masih menggunakan Sistem Saringan Pasir Lambat. Sistem ini membutuhkan waktu lebih lama untuk menyaring air baku menjadi air bersih.

• Keruh saat Hujan Lebat: Jika terjadi hujan beberapa hari, debit air baku biasanya meningkat dan menjadi sangat keruh. Untuk menjaga kualitas air agar tetap layak didistribusikan, produksi seringkali harus dihentikan sementara waktu.

● Gangguan Listrik: Karena PDAM mengandalkan pompa untuk mendistribusikan air, pemadaman listrik yang terjadi di Tahuna juga berdampak langsung pada terhentinya aliran air ke rumah pelanggan.

“Ada pipa transmisi yg patah di sungai Lelepu yang mengakibatkan pasokan air ke IPA Mahena terganggu akibatnya distribusi air ke Manente, Santiago tidak terlayani dengan baik. Tapi sekarang sudah diperbaiki,” terang Salainti.

Beliau meminta maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyaman yang terjadi, dan pihak Perumda Air Minum Ake’u Banua Sangihe akan terus berbenah, melakukan evaluasi total serta perbaikan yang terus menerus dilakukan agar ke depannya pelayanan akan menjadi lebih makasimal.

Sebagai langkah antisipasi mandiri, masyarakat disarankan untuk menyiapkan penampungan air seperti toren atau ember besar agar tetap memiliki cadangan air bersih saat terjadi gangguan.

(MikeTowira*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *