Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahNasionalTNI & POLRIUncategorized

Ledakan Gudang Amunisi Militer di Saradan Madiun, 1 Prajurit Gugur

Avatar photo
30
×

Ledakan Gudang Amunisi Militer di Saradan Madiun, 1 Prajurit Gugur

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MikeMediaIndonesia.com, Madiun, Jawa Timur – Ledakan dahsyat terjadi di lingkungan Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) II, Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), yang berlokasi di Jalan Raya Madiun–Surabaya, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis (16/7/2026).

Berdasarkan keterangan resmi Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono, peristiwa bermula saat sejumlah personel sedang melaksanakan prosedur pemeriksaan rutin dan perawatan material amunisi di salah satu gudang penyimpanan dalam kompleks militer tersebut, ketika tiba-tiba terjadi ledakan keras yang menimbulkan dentuman terdengar hingga ke wilayah pemukiman warga sekitar.

“Kami memastikan peristiwa ini terjadi saat kegiatan pemeriksaan berjalan. Akibat ledakan tersebut, satu orang prajurit TNI Angkatan Darat dinyatakan gugur di lokasi kejadian,” ujar Brigjen Donny Pramono dalam pernyataan resminya.

Sementara itu, enam orang lainnya mengalami luka-luka, dengan rincian empat orang luka berat dan dua orang lainnya luka ringan. Seluruh korban segera dievakuasi tim medis ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Caruban, Madiun untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya.

Segera setelah kejadian, petugas keamanan telah melakukan pengamanan ketat di lokasi serta membatasi akses masuk ke area kompleks guna menjamin keselamatan dan kelancaran proses penanganan. Pimpinan jajaran Kodam V/Brawijaya juga telah turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi pasca kejadian dan memastikan langkah penanganan berjalan sesuai prosedur standar keselamatan militer.

“Saat ini Tim Pusat TNI Angkatan Darat sedang melaksanakan penyelidikan dan investigasi secara intensif untuk mengungkap penyebab pasti yang memicu terjadinya ledakan tersebut. Perkembangan selanjutnya akan disampaikan melalui keterangan resmi setelah hasil penyelidikan diperoleh,” tambah Kadispenad.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, dan mempercayai informasi hanya dari sumber resmi guna mencegah berkembangnya berita yang tidak akurat. (AB)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *