Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahTeknologiUncategorized

Rencana Perbaikan Kabel Laut Palapa Ring Tengah Segmen Melonguane-Morotai Menuai Protes Warga

Avatar photo
16
×

Rencana Perbaikan Kabel Laut Palapa Ring Tengah Segmen Melonguane-Morotai Menuai Protes Warga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MikeMediaIndonesia.com, Tahuna, Sangihe – Rencana perbaikan kabel laut Palapa ring tengah segmen Melonguane-Morotai yang akan dimulai dari tanggal 31 Juli hingga 12 Agustus 2026, akan menyebabkan pemutusan jaringan internet di 3 Kabupaten menuai kontra dari masyarakat.

Seorang tokoh masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe yang dikenal tegas dalam membela kepentingan umum, Ferdy Panca Sinedu, ST, yang menjabat sebagai Staf khusus Bupati Bidang Infrastruktur, Lingkungan, Pendapatan, dan Investasi mengecam pemberlakuan jadwal pengerjaan yang terlalu lama bahkan menolak pemutusan sementara palapa ring tengah tersebut.

“Menurut saya Kontraktor BAKTI hanya bekerja demi kepentingan project semata. Seenaknya melakukan cut off tanpa menyediakan layanan alternatif bagi masyarakat pengguna jasa telekomunikasi,” ujar Panca.

Panca juga mengatakan, justru route palapa ring Sangihe yaitu route Manado – Tahuna yang tidak pernah perbaiki sejak tahun 2016, dan bukan Morotai Melonguane Tahuna,

“Perbaiki dulu Route kami, Manado- Tahuna. Jika sudah selesai barulah lakukan perbaikan pada route-route yang lain agar aktifitas komunikasi jarak jauh tidak terganggu”, lanjutnya.

“Ini satu bukti kepentingan pusat yang dilakukan tidak prosedural, beda tipis deng Projek pelabuhan Tahuna,” jelasnya tegas sambil sedikit menyerempet proyek lain yang dikerjakan oleh pemerintah pusat di Sangihe.

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe Denny Roy Tampi ketika dikonfirmasi via WhatsApp memberikan tanggapan, belum adanya pemberitahuan resmi kepada DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, baik dari BAKTI maupun surat dari Pemerintah Daerah (Pemda).

“Secara lisan kami sudah mendengar isue akan ada pemutusan jaringan terkait perbaikan kabel optik palapa ring, namun sampai saat ini, kami belum menerima surat pemberitahuan secara resmi terkait hal ini,” ungkapnya singkat.

Adapun pihak BAKTI melalui operator teknisnya manjelaskan, adanya kerusakan pada serat kabel optik bawah laut berupa putusnya serat optik di dalam kabel yang disebabkan oleh aktivitas alam, yakni gempa bumi tektonik yang terjadi beberapa kali. Oleh karena itu, proses perbaikan harus segera dilakukan guna mencegah kerusakan yang lebih luas serta menjaga kwalitas layanan telekomunikasi di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud kedepannya.

“Kami memahami bahwa selama proses perbaikan dapat terjadi gangguan layanan sementara. Namun, pekerjaan tersebut merupakan upaya pemulihan agar layanan telekomunikasi dapat kembali normal,” pungkasnya.

(MikeTowira*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *