MikeMediaIndonesia.com, Tamako, Sangihe – Seorang mantan Kapitalaung Kampung Pokol Kecamatan Tamako, Jeverson Maniku, melalui postingan media sosial Facebook mengungkapkan kekesalannya karena tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah baik melalui Dinas Sosial maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Beliau menjelaskan tidak ada satu pun instansi pemerintah yang datang untuk meninjau keadaan mereka serta kesehatan 145 KK korban terdampak bencana banjir bandang pada Rabu (22/7/206). Ketika dikonfirmasi, masyarakat setempat pun membenarkan hal tersebut.
“Asal kalian tau kondisi 145KK, masyarakat Kampung Pokol yang terdampak banjir, jadi foto dan video ini saya upload untuk mewakili suara masyarakat,” tulisnya pada akun Facebook pribadinya.
Sementara itu Kapala Dinas Sosial Dr. Dokta Pangandaheng, M.E. ketika dikonfirmasi via WhatsApp, menjelaskan, bahwa untuk korban terdampak banjir kampung Pokol dari jumlah 145 kk yang di ajukan oleh Plh. Kapitalaung Pokol, Meity Araginggang, Rabu 29 Juli 2026 setelah diverivikasi oleh tim assesment Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Sangihe, diperoleh data penerima bantuan bufferstock dari gudang Dinsos yaitu : Lansia 94 orang, Balita 10 orang dan Ibu hamil 1 orang.
Menurut Dokta, bantuan yang di berikan berupa makanan siap saji kepada lansia, kid ware atau perlengkapan bayi/ anak bagi balita dan family kid + kid were untuk ibu hamil.
“Rencananya bantuan tersebut akan disalurkan Sabtu, 1 Agustus 2026 oleh tim Tagana Dinsos langsung ke kampung Pokol ” pungkas Dokta.
(MikeTowira*)

















