Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Bencana AlamBeritaDaerahUncategorized

Curah Hujan Dengan intensits Tinggi Menyebabkan Longsor Dan Banjir di Sejumlah Kampung di Sangihe

Avatar photo
17
×

Curah Hujan Dengan intensits Tinggi Menyebabkan Longsor Dan Banjir di Sejumlah Kampung di Sangihe

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MikeMediaIndonesia.com, Sangihe – Akibat curah hujan yang turun dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Kepulauan Sangihe dari Selasa malam hingga Rabu pagi (22/7/2026) menyebabkan bencana banjir dan longsor di sejumlah titik.

Informasi sementara yang kami himpun menyebutkan, material longsor berupa batu, tanah, dan batang kayu menutup badan jalan di wilayah Bukide, Kecamatan Manalu, sehingga mengganggu arus lalu lintas. Begitu juga di Kampung Menggawa, Kecamatan Tamako, longsor juga terjadi sehingga material longsor menutupi sebagian akses dari jalan.

Selain longsor, tingginya curah hujan juga menyebabkan luapan air menggenangi ruas jalan di Daerah Aliran Sungai (DAS) yakni Kampung Balane dan Kampung Binala Kecamatan Tamako, di mana genangan air mulai menghambat aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe Wandu C. C. Labesi, S.Sos. kerika dikonfirmasi menjelaskan bahwa cuaca extrem, curah hujan yang cukup tinggi yang saat ini terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe memang mengakibatkan terjadinya bencana alam di beberapa kampung di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

“Saya pribadi mengetahui wilayah-wilayah yang terdampak kondisi curah hujan ini dari media sosial dan beberapa laporan yang kami terima dari pemerintah dan masyarakat setempat,” ujarnya.

“Pemerintah Daerah saat ini sedang melakukan pengumpulan data jumlah keluarga yang terdampak, kemudian infrastruktur yang rusak sehingga setelah data ini rampung kami beberapa saat ke depan akan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan agar segera memberikan bantuan baik tenaga untuk membantu membersihkan material maupun logistik yang dibutuhkan. Kami melihat lokasi terparah ada di Kecamatan Tamako. Kami juga sedang mempersiapkan apa yang dibutuhkan disana,” jelas Labesi.

Untuk ruas-ruas jalan yang tertutup longsor di Kampung Bentung dan Kampung Lesabe, Labesi meminta bantuan dari Balai Jalan, dan dalam waktu 1 jam sudah bersih dan dapat dilalui kembali oleh pengendara.

Lasebi juga memberikan himbauan kepada masyarakat:

  1. Untuk mencermati kondisi cuaca ekstrim ini tentu kami berharap yang pertama bagi masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai, di bentaran sungai untuk melihat kondisi sungai yang ada.
  2. Jika sungai akhirnya sudah meluap maka sudah harus dilakukan evakuasi secara mendiri. Kemudian bagi masyarakat kita yang tinggal di perbukitan kita senantiasa mencermati kondisi di sekitar rumah kita kalau harus melakukan evakuasi, evakuasi mandiri silahkan melakukan itu dan kepada masyarakat yang akan menggunakan transportasi keluar atau masuk di daerah tahunan tolong diperhatikan area-area yang kemungkinan akan terjadinya longsor.
  3. Sehingga dari upaya-upaya itu kita bisa memitigas. Jangan sampai ada korban jiwa yang terjadi akibat cuaca ekstrim di daerah kita sejak subuh tadi pagi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun besaran kerugian akibat peristiwa tersebut. Warga yang berada di daerah rawan longsor maupun bantaran sungai diimbau meningkatkan kewaspadaan mengingat hujan masih berpotensi turun.

MikeMediaIndonesia.com akan terus memperbarui informasi terkait perkembangan kondisi cuaca dan dampak bencana di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

(TeamMMI*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *