Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahHukumUncategorized

Diduga Pekerjaan Tidak Sesuai Spesifikasi, Pembangunan Pelabuhan Laut Tahuna Terindikasi Korupsi  

Avatar photo
17
×

Diduga Pekerjaan Tidak Sesuai Spesifikasi, Pembangunan Pelabuhan Laut Tahuna Terindikasi Korupsi  

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MikeMediaIndonesia.com, Tahuna, Sangihe – Pembangunan rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Nusantara Tahuna resmi dimulai dengan kegiatan pemancangan tiang pertama yang dilaksanakan di Pelabuhan Nusantara Tahuna, Kelurahan Batulewehe, Kecamatan Tahuna Timur, Jumat, 5 Juni 2026, Proyek yang menggunakan anggaran Rp90 miliar arahnya untuk pembangunan fasilitas pelabuhan di Tahuna, yang dalam pelaksanaannya, Kementerian Perhubungan menunjuk PT Pilar Dasar Membangun (PDM) sebagai kontraktor utama, yang bekerja sama dengan PT Mitra Reka Nusa (MRK) sebagai konsultan pengawas independen. Sinergi kedua perusahaan tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas pekerjaan agar sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Ironisnya, pekerjaan tersebut tetap di biarkan berjalan oleh pengawas konsultan dan pengawas dinas,Diduga kuat pekerjaan yang dikerjakan PT. PDM ini terkesan asal-asalan diantaranya:

  1. Studi kelayakan dan kajian teknis tentang replacemen dermaga Tahuna. Kondisi struktur masih layak harus di ganti tanpa meningkatkan kwalitas dan kwantitas dermaga.
  2. Diduga material tidak sesuai spek. Split untuk pengecoran. Baja untuk pondasi. Karet fender.
  3. Metode kerja dengan membuang seluruh material bongkaran ke laut.
  4. K3 tidak dilaksanakan dengan baik.

Masih menurut sumber, longgar nya pengawasan tersebut diduga ada sebuah konspirasi yg terjadi antara pejabat dan kontraktor pelaksana. Sehingga pekerjaan itu tetap berjalan sampai saat ini. Dan ketika dikonfirmasi kepada Kepala UPP Kelas 2 Tahuna Melfrits Palanewe yang bersangkutan tidak mau membuka data spesifikasi material,sebagaimana yang tertuang dalam kontrak kerja,malah menantang awak media untuk mencari data spesikasi pembanding dan terkesan membela maupun melindungi kontraktor.

Sementara itu Ketua DPC Peradi Nusantara Sangihe, FRANGKI JUDI LUMIU SUPIT SH, ketika dimintaiin konfirmasinya menjelaskan bahwa “Beliau mengecam dengan keras,pihak kontrak pekerjaan perbaikan pelabuhan Tahuna yang mengurangi spesifikasi pekerjaan atau manipulasi anggaran untuk meraup keuntungan” ujar Supit.

Supit juga menegaskan agar pihak APH segera melakukan penelusuran atas dugaan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan kontraktor tidak dapat dihubungi untuk dikonfirmasi.

(MikeTowira*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *