MikeMediaIndonesia.com, Jakarta – Berbagai elemen masyarakat, organisasi, dan mahasiswa bersiap menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat. Aksi yang menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset serta revisi UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ini direncanakan berlangsung pada Kamis, (27/8/2026).
Berdasarkan pantauan lapangan pada Rabu, 26 Agustus 2026, pergerakan massa dari berbagai daerah mulai terlihat. Salah satu rombongan dari Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (AMPB) berangkat dari Terminal Lama Juwana, Desa Kauman, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah sekitar pukul 12.00 WIB menggunakan bus pariwisata. Dipimpin Koordinator Lapangan Kaswati Rahayu, rombongan berjumlah sekitar 25 orang tersebut direncanakan bergabung dengan massa lain yang telah mendahului ke Jakarta sejak 20 Agustus 2026.
“Kami menuntut segera disahkannya RUU Perampasan Aset serta merevisi UU No. 31 Tahun 1999 agar koruptor dihukum mati tanpa toleransi. Selain itu, kami juga menjaga keutuhan NKRI serta menolak segala bentuk provokasi dan ujaran kebencian yang dapat memecah belah bangsa,” tegas perwakilan massa saat konfirmasi keberangkatan.

Di lokasi aksi, sejumlah elemen telah mendirikan posko logistik dan pusat informasi di depan Gerbang Utama Gedung DPR–MPR RI sejak pukul 09.50 WIB sebagai bentuk persiapan. Dalam konferensi pers, perwakilan aliansi menegaskan informasi yang menyebut aksi dibatalkan adalah tidak benar. “Kami telah melakukan konsolidasi dengan berbagai elemen dari berbagai kota. Selain rombongan dari Pati yang berjumlah sekitar 500 orang yang sedang dalam perjalanan, kami juga menerima konfirmasi dukungan dari elemen mahasiswa, LSM, dan organisasi masyarakat lainnya,” ungkap perwakilan aliansi.
Kepala Bagian Operasional Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Bambang Supriyanto, menyatakan pihaknya telah menyiapkan rencana pengamanan menyeluruh untuk menjamin keselamatan, ketertiban, serta kelancaran kegiatan. “Kami menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Namun kami juga memastikan agar aksi berlangsung damai, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat umum. Kami telah menempatkan personel di titik-titik strategis dan berkoordinasi dengan penyelenggara,” ujar Kombes Bambang.
Sampai saat ini, situasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI terpantau aman dan kondusif. Pihak berwenang terus memantau perkembangan dan pergerakan massa dari berbagai daerah menjelang puncak aksi besok. Masyarakat diimbau memantau perkembangan situasi melalui saluran informasi resmi dan tetap berhati-hati di sekitar lokasi aksi. (AB)

















