MikeMediaIndonesia.com, Jakarta – Sekelompok aktivis yang tergabung dalam Front Rakyat Anti Korupsi Maluku Utara Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di bagian belakang Kantor PT. PLN (Persero) Pusat, Jakarta Selatan. Aksi yang berlangsung tertib dan damai pada Rabu (26/8/2026).
Berjumlah sekitar 10 orang, massa yang dipimpin oleh Muhda Sahil menyampaikan dua tuntutan utama kepada manajemen PT. PLN dan aparat penegak hukum. Pertama, mendesak pengusutan tuntas dugaan praktik pemotongan fee sebesar 10 persen pada pencairan proyek di lingkungan PT. PLN UP3 Ternate yang diduga merupakan bentuk gratifikasi. Kedua, mendesak Senior Manager Distribusi dan Transmisi PT. PLN UIW Maluku, Maluku Utara, Dony Noor Gustiarsyah, untuk segera mencopot dan mengevaluasi Kepala UP3 Ternate, Mufid Arianto.

Pencopotan tersebut diminta terkait dugaan ribuan pelanggan di wilayah Maluku Utara belum memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO), padahal dokumen tersebut merupakan syarat wajib yang harus diterbitkan oleh Lembaga Inspeksi Teknik sebelum meteran listrik dipasang. Selain itu, massa juga menyoroti dugaan pengabaian aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dinilai berisiko membahayakan keselamatan masyarakat, menyusul beberapa kecelakaan yang terjadi di wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, dan Kabupaten Pulau Taliabu.
“Ini sudah kali ketiga kami menyampaikan aspirasi ini, namun belum mendapat perhatian serius. Masyarakat di sana masih sering mengalami pemadaman listrik, sementara persoalan pelanggaran SLO dan dugaan pemotongan fee proyek tidak kunjung ditindaklanjuti,” ujar Muhda Sahil selaku koordinator aksi dalam orasinya.
Massa menyambut baik pergantian pimpinan di tingkat Unit Induk Wilayah Maluku, Maluku Utara yang baru saja dilakukan pada 5 Agustus 2026, dan berharap hal tersebut diikuti dengan evaluasi menyeluruh terhadap pimpinan UP3 Ternate. “Kami mendukung langkah manajemen pusat menyegarkan kepemimpinan di wilayah. Namun perubahan harus menyentuh juga unit yang bermasalah agar masyarakat merasakan perbaikan yang nyata,” tambahnya.

Sementara itu, Kasatpel Keamanan PT. PLN Pusat yang menerima perwakilan massa menyatakan akan menyalurkan seluruh aspirasi tersebut kepada Direksi PT. PLN. “Kami mencatat seluruh poin tuntutan yang disampaikan dan akan segera menyampaikannya kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur perusahaan yang berlaku,” ungkap perwakilan manajemen.
Setelah menyampaikan tuntutan, massa meninggalkan lokasi secara tertib menuju Gedung Baharkam Polri untuk menyampaikan laporan serupa. Sepanjang kegiatan berlangsung, petugas kepolisian yang mengamankan lokasi melaporkan situasi tetap aman dan kondusif tanpa gangguan berarti. (AB)

















