MikeMediaIndonesia.com, Tahuna, Sangihe – Dalam kurun waktu yang tergolong singkat, beberapa bencana alam beruntun terjadi di Kabupayen Kepulauan Sangihe mulai dari Gempa Bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada Senin, 8-06-2026 mengakibatkan puluhan rumah rusak dan fasilitas publik, sampai Banjir dan Tanah Longsor melanda hampir satu kecamatan yang menyebabkan puluhan rumah rusak begitu dan banyak fasilitas publik terendam air dan lumpur yang terjadi pada hari Rabu, 22-07-2026, namun tidak ada satu pun pejabat dari Provinsi Sulawesi Utara yang datang langsung untuk melihat bagaimana penderitaan masyarakat yang menjadi korban dari rentetan bencana tersebut.
Ketika dikonfimasi via WhatsApp, Ketua DPD Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Sangihe Berty Patras, ketika dikonfirmasi melalui chat whatsapp menjelaskan, bahwa secara pribadi belia belum dapat menyimpulkan ada tidaknya perhatian dan bantuan langsung dari Pemerintah Provinsi Sulawesi utara.
“Saya tidak dapat membuat kesimpulan terkait bantuan dan perhatian serta kehadiran pejabat Provinsi, tetapi sebagai Relawan Kemanusiaan saya menyayangkan kondisi ini, sampai saat ini saya sedang menelusuri, karena ada informasi bahwa sehari setelah musibah banjir ada bantuan yang sudah dikirim dari Provinsi ke Sangihe, tapi kenyataannya sampai saat ini tidak ada bantuan tersebut,” ujar Patras.
Patras juga menyayangkan kurangnya empati dan rasa kemanusiaan dari para pejabat di Provinsi terhadap bencana yang terus-menerus menerjang Tanah Tampungang Lawo.
Sementara itu seorang pejabat tinggi di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang namanya tidak mau disebutkan turut membenarkan, sejak bencana gempa bumi terjadi hingga saat ini belum ada pejabat Provinsi yang datang berkunjung langsung ke Kabupaten Kepulauan Sangihe.
(MikeTowira*)







